WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

DPRD Soroti Angka Stunting 26,6%, Pemkot Kupang Gelar Aksi Konvergensi Pecegahan

Metronttdewa.com 02-12-2025 || 06:11:05

Potret

Metronewsntt.com, Kupang--- ​Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang mendesak keras Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk segera dan terus melakukan berbagai upaya strategis dalam menekan kenaikan angka stunting yang menunjukkan lonjakan signifikan di wilayah tersebut.

 Desakan ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Djuenidi C. Kana, kepada media pada hari Selasa, (2/12/2025).

​Djuenidi menjelaskan bahwa data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Angka stunting Kota Kupang yang pada tahun 2024 berada di angka 18,8% telah melonjak tajam menjadi 26,6% di tahun 2025. 

"Kenaikan dari 18,8 persen menjadi 26,6 persen ini adalah alarm yang harus disikapi dengan serius. Ini memerlukan tindakan nyata dan cepat dari Pemerintah Kota melalui dinas terkait," tegas Djuenidi C. Kana, yang akrab disapa Eldy Kana, Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini.

​Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang wajib membangun kolaborasi efektif dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari fasilitas kesehatan di tingkat bawah, hingga pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan program intervensi stunting berjalan merata dan tepat sasaran.

​Hal senada juga diharapkan anggota Komisi IV, Dominika Bethan, yang mendorong pemerintah untuk melakukan langkah strategis dalam menekan angka stunting. "Selain langkah-langkah strategis, Komisi IV juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala dan terukur," tegas Dominika.

 Ia menambahkan, "Kami berharap adanya tindakan nyata pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap upaya yang sudah dilakukan," tegas Ing Bethan, sapaan akrab Srikandi PDI Perjuangan itu. Hal ini penting untuk mengetahui secara pasti perkembangan, kemajuan, dan juga kekurangan yang harus segera diperbaiki.

​Sementara itu, Pemerintah Kota Kupang sendiri telah bergerak dengan menyelenggarakan Aksi Ke-3 Penguatan Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) 2025 di Hotel Kristal, pada Senin (1/12/2025) kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta undangan dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, dan operator lapangan. Acara ini dibuka secara langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

​Acara turut dihadiri para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi NTT, Vince Pansula, SKM, Ketua Koalisi Kependudukan NTT, Prof. I Gusti Ariana, serta Ketua Tim Penyusun GDPK Drs. Andreas Asan.

​Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo menegaskan bahwa fokus utama penanganan stunting harus diarahkan pada pencegahan. Ia menjelaskan bahwa intervensi setelah anak lahir dalam kondisi stunting membutuhkan biaya besar dan tidak selalu memberikan hasil yang optimal.

 “Stunting harus kita cegah sejak awal. Jika anak sudah lahir stunting, mengejar tumbuhnya itu 50:50 hasilnya. Karena itu fokus kita harus pada pencegahan,” tegasnya. 

Wali Kota juga menyoroti pentingnya edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja, serta perencanaan keluarga, kesiapan ekonomi, dan dukungan pasangan sebagai faktor kunci. Ia menutup sambutannya dengan ajakan memperkuat kolaborasi. " Di dalam persatuan kita menemukan kemenangan, Ubi concordia, ibi victoria.”ujarnya.

​Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, melaporkan bahwa Aksi Ke-3 merupakan tindak lanjut dari Aksi 1 Analisis Situasi dan Aksi 2 Penguatan Perencanaan. Kegiatan ini bertujuan menyusun penandaan kegiatan per indikator layanan PPPS sekaligus memfinalisasi dokumen GDPK 2025 s.d 2045, sebagai pedoman pembangunan berbasis kependudukan. Saat ini, prevalensi stunting di Kota Kupang berada pada angka 16,3 persen, dan pemerintah menargetkan penurunan signifikan melalui intervensi terintegrasi. (mnt)


Baca juga :

Related Post